25 Agt 2011

12 Mitos Yang Salah Tentang Puasa

 Puasa dapat menyebabkan sakit.
Fakta: puasa, menurut penelitian dapat menimbulkan berbagai manfaat kesehatan. Puasa bukanlah keadaan starvasi atau kelaparan, tetapi justru keadaan dehidrasi ringan saat puasa dapat mengendalikan atau meningkatkan kerja fungsi ginjal. Bagi penderita gangguan lambung dan penyakit diabetes, dengan ibadah puasa akan mengurangi gejala penyakit yang diderita.
Anak-anak yang belum mengalami pubertas dilarang puasa karena dapat mengganggu tumbuh kembangnya. 
Fakta: puasa pada anak sebelum pubertas adalah sarana pembelajaran yang paling baik untuk menuju ibadah puasa sesungguhnya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa puasa pada anak dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Tetapi, sebaiknya puasa pada anak harus dikonsultasikan terhadap dokter anak yang merawat bila anak menderita penyakit atau gangguan tertentu.

Ibu menyusui dilarang puasa, karena berpengaruh terhadap bayi yang disusui. 
Fakta: sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang menunjukkan kualitas dan kuantitas ASI berkurang atau berat badan bayi menurun bila Ibu menyusui melaksanakan puasa. Puasa Ramadhan adalah wajib bagi setiap umat muslim, termasuk juga Ibu hamil dan menyusui. Demi kepentingan bayi, para Ibu yang sedang menyusui harus mengetahui permasalahan kondisi biologis dan psikologis Ibu supaya bayi tidak terkorbankan saat Ibu sedang berpuasa.
Tak perlu olahraga selama berpuasa
Fakta: aktifitas fisik saat berpuasa sebaiknya jangan dikurangi. Bila tetap ingin berolahraga, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa (1-2 jam sebelumnya) atau 2-3 jam sesudahnya. Selama berpuasa disarankan tetap melakukan olahraga. Gerakan olahraga akan merangsang keluarnya hormon antiinsulin, yang antara lain berfungsi melepaskan gula darah dari �pabriknya�. Sebaliknya, jika kurang gerak, tubuh akan terasa lemas dan bahkan pingsan akibat kadar gula dibiarkan menurun drastis.
Penderita maag tidak boleh puasa.
Fakta: tidak semua gangguan maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung jenis dan parahnya penyakit. Pada penderita maag fungsional (usus 12 jari dan lambung normal tapi fungsi terganggu), puasa justru menyehatkan sedangkan penderita maag organik (terjadi karena kelainan anatomis seperti luka pada lambung atau usus 12 jari). Pada gangguan yang berat sebaiknya tidak berpuasa karena cenderung menyebabkan terjadinya pendarahan.
Maag sulit dikendalikan.
Fakta: asam lambung meningkat untuk memproses makanan saat sahur, 6 hingga 8 jam kemudian akan meningkat kembali sebagai reaksi tubuh merekam kebiasaan sehari-hari dalam membentuk siklus bioritme. Agar asam lambung tetap terkontrol sebaiknya berpuasa secara bertahap, menghindari makanan atau minuman yang merangsang peningkatan asam lambung seperti makanan asam dan pedas.
Banyak makan saat berbuka akan menenangkan lambung.
Fakta: makan banyak saat berbuka justru akan merangsang produksi asam lambung secara mendadak. Orang normal jika kekenyangan akan mudah bersendawa, sedangkan penderita maag yang kemampuan membuang gasnya terganggu akan mengalami kembung dan tidak merasa nyaman.
Langsung tidur sehabis sahur akan menenangkan lambung. 
Fakta: setelah sahur sebaiknya tidak langsung tidur untuk menghindari naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan (reflux). Beri jeda beberapa saat sehingga perut terasa nyaman, tidak terasa mual dan ingin muntah.
Sakit maag hanya penyakit ringan sehingga tidak perlu penanganan serius.
Fakta: sakit maag tidak boleh diremehkan. Terkadang sakit maag dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius, misalnya tukak lambung yang parah.
Minum susu saat berbuka puasa dapat membuat maag kambuh.
Fakta: penderita maag boleh minum susu jenis apa saja, kecuali penderita alergi atau intoleransi susu. Sebelum minum susu, sebaiknya minum air putih lebih dahulu. kecuali penderita alergi atau intoleransi susu.
Penderita diabetes tidak boleh puasa. 
Fakta: pada kasus diabetes yang ringan, berpuasa dapat mengendalikan glukosa dalam darah. Menurut penelitian, salah satu manfaat kesehatan saat puasa adalah turunnya kadar glukosa. Tetapi pada keadaan diabetes tipe tertentu atau diabetes dengan komplikasi, sebaiknya menghindari puasa.
Sahur tidak penting, karena di siang hari tetap merasa lapar.  
Fakta: sebaiknya jangan meninggalkan sahur, karena sahur sama kedudukannya dengan sarapan lebih dini. Tanpa sahur, kadar normal gula darah hanya sanggup bertahan 2-3 jam sejak bangun tidur. Setelah itu, simpanan sumber tenaga mulai menurun drastis. Jika sahur dilakukan dengan benar, jangan takut kelaparan di siang hari. Selama berpuasa, tubuh akan memakai energi cadangan di dalam tubuh.  Namun, jangan makan berlebihan saat sahur. Batasi asupan makanan yang mengandung gula, yang dapat menyebabkan perut cepat terasa lapar. Biasakan makan sahur dengan makanan yang seimbang, yaitu, terdiri dari dari sumber karbohidrat, protein, sayuran dan buah-buahan.

 sumber:
http://www.kalbenutritionals.com/article_detail.asp?strlang=ind&id=313

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

flag counter