Jembatan yang mulai dibangun tahun 2007 ini menggunakan APBD murni.
Kabupaten Kuantan Singingi lebih kurang Rp4 miliar ini beberapa kali mengalami perubahan anggaran dan spesipikasi. Sehingga pembangunan jembatan ini kerap menjadi sorotan publik karena dituding syarat korupsi dan sedikit kontroversial karena dinilai mubazir, sebab jarak jembatan tersebut dengan jembatan yang dibangun sebelumnya sangat dekat.

