1 Nov 2011

Coba Menguak Misteri Biola Buatan Stradivarius

Antonio Stradivari punya cara sendiri dengan biola yang dia buat - sebuah teknik sendiri yang tidak mungkin bisa diduplikasi. Meskipun biolanya dibuat mulai dari tahun 1666 sampai 1737, pembuat biola dari seluruh dunia telah berusaha keras paling tidak mencoba untuk lebih dekat kepada pembuatan kembali suara yang melegenda yang hanya bisa dihasilkan oleh instrument buatan Stradivari. Sekarang Ilmuwan Universitas Cambridge telah mengatasi ketakutan pencarian rahasia`what makes a Stradivarius a Stradivarius?'

Dr. Claire Barlow, Profesor Teknik spesialis Mikro Struktural Material, telah memanfaatkan fungsi dari elektron mikroskop scan dalam pencariannya untuk membuka rahasia Stradivari. Sebagai pembuat biola amatir, Barlow mengetahui bahwa beberapa ahli restorasi membagi teori bahwa ada semacam lapisan keras antara pernis dan kayu biola Stradivari - sesuatu yang mereka sebut sebagai yellow ground. Di bawah penglihatan mikroskop, Barlow menemukan beberapa tampak lebih detil.
Dari sekitar 1000 biola Stradivari yang dibuat, hanya 650 yang masih ada.
“Ketika saya mendapatkan beberapa buah biola asli dan mengamatinya, saya bias melihat partikel mineral yang cukup tebal antara pernis dan kayu - lebih tebal untuk bias disebut sebagai sebuah kecelakaan atau ketidaksengajaan dalam pembuatan ”, katanya. “Biola yang dibuat saat ini tidak punya lapisan sama sekali. Tampaknya sesuatu sudah dilupakan”. Pada ketebalan 50 mikrometer, lapisan mineral Stradivari lebih tebal 20 mikrometer dari biola yang lain pada era yang sama. Dengan ini petunjuk sudah ditemukan, Barlow mulai mempersiapkan untuk menganalisa partikel itu sendiri, tapi yang ditemukannya adalah sesuatu tidak pernah sama
"Saya menganalisa tiga Stradivari yang berbeda dan mereka semua benar benar berbeda," katanya. Salah satu dari mereka berasal dari abu vulkanik, yang lain berasal dari tawas - dobel sulfat dari aluminium dan potassium, dan yang lainnya sangat sudah berbeda lagi. Sayangnya untuk Barlow dan para pembuat biola, penelitian ini telah menunjukkan satu langkah maju untuk menemukan lapisan mineral yang tebal, tapi dua langkah ke belakang menemukan pilihan mineral yang acak dari Stradivaribut. Tapi itu semua bukanlah usaha yang tanpa guna.
Pembuat biola sudah mulai menambahkan lapisan mineral rada kayu, terima kasih pada penelitian baru.
"Orang tidak tahu apa komposisi mineral dalam lapisan dan mereka juga tidak tahu berapa ketebalannya," kata Barlow. Ketebalan lapisan mineral senjadi salah satu aspek yang mungkin mempengaruhi suara, Barlow menemukan dalam percobaan bahwa tidak ada perbedaan jelas yang ditemukan antara biola yang memakai lapisan mineral dan yang tidakTapi mineral punya satu efek yang pasti. "Ketika kamu punya sebuah biola baru, biola itu memerlukan beberapa saat untuk menjadi ‘tenang’,” dia menjelaskan, “tapi dengan mineral di lapisannya, biola tersebut akan lebih cepat ‘tenang’ dan lebih stabil." Barlow, dengan penemuannya pertama yang kurang meyakinkan, bagaimanapun juga, memutuskan untuk mencari sesuatu yang lain.
"Seseorang punya teori bahwa kayu yang digunakan untuk biola Stradivari telah direndam," kata Barlow. Mengetahui bahwa kayu bagian depan dari biola bisa dianalisa penurunan bacterianya di tempat basah, Barlow menjelaskan hipotesis tersebut dengan baik. "kamu bisa dengan cukup melihat dan mengamati apakah selaputnya masih utuh atau tidak," dia bilang, "dan saya melakukan itu dan menemukan bahwa dalam semua sample membrannya utuh. Tidak ada tanda bahwa kayu itu direndam." Teori laun telah tumbang.
Jika bukan karena jenis mineral yang dia gunakan and bukan juga fakta bahwa biola itu direndam, apa yang bisa menjelaskan ‘suara’ Stradivari? Barlowmemiliki teorinya sendiri yang lebih umum. "Saya rasa Stradivari adalah seorang pembuat biola yang sangat bagus yang bisa menentukan segala sesuatunya tepat sesuai takaran ketika dia membuat biola," katanya. "Karena itu mungkin kombinasi dari banyak factor secara keseluruhan yang membuat biolanya barangkali lebih baik dari orang lain". Barangkali??
Pemilik 650 biola Stradivarius yang terakhir ada akan sangat terkejut mendengar seseorang menyatakan bahwa alat musik yang tak ternilai dan paling berharga yang mereka miliki cuma barangkali lebih baik dari yang lain. Barlow mengisyaratkan bahwa dia lebih memilih berada di luar semua perdebatan suram dan tetap dengan penelitian atas itu semua. Apakah mereka lebih baik? "Saya tidak bisa cukup berkomentar," dia berkata sambil tertawa kecil. "Tapi orang lain bilang seperti itu."
Para peneliti memang punya anggapan dan cara tersendiri dalam mengungkap misteri dengan menggunakan pisau analisis pengetahuan dan berusaha mengupasnya dari hal hal yang bersifat mistis. Yang jelas penelitian terus berlanjut dan ini adalah sebuah langkah yang patut kita hargai untuk bisa benar benar menemukan rahasia suara biola Stradivari.

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

flag counter